Very dissapointed….
Duh, akang Del Piero, mas Nesta, bang Pirlo, mamang Buffon.. gimana sih?? Koq cuman menancapkan gol di gawang US sekali doang?? Duh.. kecewa nich gue.. dah gue bela-belain mau merayakan kemenangan Italy dengan memasak Beef Rump Steak komplit dengan curly fries dan salad. Cihuy banget dech pokoknya..
Tapi, kekecewaan itu harus berakhir saat sang wasit meniup peluit panjangnya. Gila.. masak Italy bisa draw sama US sich.. waa… nangis nich gue… Kang Del Piero.. koq tega sich membuat hati daku teriris iris??? hik hik..
Ada apa dengan US ya? Koq sepertinya pertahanannya susah banget ditembus ama akang Piero dkk? Apakah pengaruh kedigjayaan Bush juga merasuk sampai ke pertahanan US dalam permainan sepak bola ?
Sebenarnya, bermain sepak bola ibarat sedang bermain dalam sebuah negara. Ada yang jadi striker, ada yang jadi defender, ada yang jadi midfielder, ada yang jadi goal keeper, ada yang jadi wasit, dan ada yang jadi penonton.
Dalam sebuah tatanan negara, ada yang harus menjadi ujung tombak penyelenggaraan sebuah negara, yaitu striker. Tugas striker ini adalah memberikan pelayanan kepada konstituen dalam rangka menjalankan amanah perjuangan bangsa. Tugas striker sangat berat. Kenapa? Karena di kaki striker lah tujuan hidup berbangsa dan bernegara bisa terlaksana. Striker yang handal mampu memberikan pelayanan prima dan tidak memiliki potensi mental sebagai seorang rent-seeker. Artinya, striker tidak bisa bekerja sendirian kalo tidak ada mid fielder yang memberi nya bola. Begitu pula, striker tidak bisa menggolkan sendiri kalo si bola tidak ditendang oleh deffender. Oleh karena itu, perilaku striker yang mumpuni dan yang bisa memberikan kemenangan buat tim nya adalah seorang striker yang bisa memanfaatkan the scarcity of resources yang ada padanya dan mencetak gol.
Lalu, siapakah para striker dalam kehidupan bernegara ?? Mereka adalah para pegawai negeri yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat. Para pegawai negeri yang berkualitas akan menggiring potensi dan sumber daya yang ada dalam sebuah negara menjadi sebuah modal untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Para pegawai negeri yang bermental korup dan rent-seeker sejati tidak akan berhasil mencapai tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang ada hanya kegagalan dan mencetak gol dan kekecewaan publik karena kecerobohan sang pegawai negeri sebagai striker.
Kemudian, kegagalan dan keberhasilan striker harus didukung oleh mid fielder. Kehadiran mereka dalam memberikan umpan-umpan yang strategis dan tepat dapat dimanfaatkan oleh striker untuk menyarungkan gol ke kubu lawan. Mid fielder dalam kehidupan bernegara adalah para politisi dan para pembuat keputusan. Boleh dibilang posisi ini adalah sangat politis dan strategis, mengingat keputusan yang harus diambil para mid fielders harus balance antara kepentingan mencetak gol atau kah menyelamatkan bola dikala serangan musuh sedang membabi buta. Jika dianalogikan dengan kehidupan bernegara, para politisi dan para pembuat keputusan harus dapat meramu keputusan dan kebijakan yang dapat mengakomodasi kepentingan rakyat sebagai konstituen mereka. Pengambilan keputusan yang tidak transparan dan hanya mementingkan kepentingan kalangan tertentu hanya akan membuat bola yang di lambungkan sang mid fielder tidak berarti dan kandas begitu saja, tak jarang bola tadi malah diberikan kepada musuh. Itulah pentingnya kecermatan mid fielders dalam mencari strategi dan mengambil keputusan yang terbaik untuk memberikan bola kepada striker ataukah kepada deffender.
Sementara itu, deffender memiliki tugas yang cukup berat. Tugas mereka harus dapat menghadang musuh yang sewaktu-waktu dapat menyerang. Kegigihan deffender perlu pula memakai strategi yang jitu. Seperti strategi yang dipakai tim deffender US dalam pertandingan kali ini. Mereka dengan gigih mengurungkan tendangan akang Del Piero ke gawang US dan merelakan tendangan sudut buat Italy. Para deffenders berusaha untuk mengarahkan kepada corner kick saja dan berusaha untuk tidak memberikan kesempatan untuk free kick bagi tim nya Zamrotta ini. Ini sebuah strategi. Kalo menurut saya, para deffenders ini adalah para pelaku ekonomi diluar sektor publik, yaitu sektor swasta dan kalangan bisnis. Bayangkan jika para deffender bermain sendirian tanpa ada strategi dan tidak mau cooperatif dengan para team players yang lainnya? Bisa jadi sang deffender maju ke depan dan berusaha mencetak gol. Bisa jadi para deffenders tidak gigih membela gawang sehingga sendi-sendi perekonomian bangsa digerogoti external shock yang bisa membobolkan gawang. Itulah yang terjadi dengan para deffender Serbia-Montegro saat kebobolan 6-0 dari Argentina kemarin. Sungguh memalukan, walau to be honest, lawan mereka sebenernya tidak sebanding. Tetapi, kalo aja para deffender Serbia-Montenegro gigih mempertahankan gawang mereka seperti apa yang dilakukan defender US pada pertandingan hari ini, tentunya skor kekalahan Serbia-Montenegro tidak separah seperti itu. Para pelaku bisnis dan kalangan swasta tepatnya dapat berperan menjadi kontributor dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kapasitas mereka yang sangat vital, yaitu sebagai garda bangsa dalam menghadapi serangan musuh. Jika para pelaku bisnis lengah dan tidak memiliki nasionalisme yang tinggi, maka aliran-aliran modal yang semula diperuntukkan bagi pertumbuhan ekonomi bisa terbang ke Swiss atau ke Singapur atau ke negara-negara lain. Situasi ini pernah terjadi waktu krisis keuangan terjadi di Indonesia akhir tahun 1997, dimana terjadi capital flight besar-besaran yang membuat perekonomian Indonesia lumpuh seketika. Kondisi seperti itu membuat gawang Indonesia kebobolan dan sang goal keeper terkapar tidak berdaya.
Kemudian, pentingnya kehadiran penonton. Mengapa penting? Selain sebagai pemberi semangat, kehadiran penonton juga dapat menyaksikan secara langsung bagaimana permainan berjalan secara live dan tidak ditutup-tutupi. Kalo sebuah permainan sepak bola disiarkan di tivi, bisa aja semuanya merupakan rekaman belaka dan segala sesuatunya sudah diatur. Tapi kalo permainan live, tidak ada yang ditutup-tutupi dan semua permainan berjalan dengan transparan. Begitu juga dengan kehidupan bernegara. Jika dalam sebuah negara menerapkan citizen participatory dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan keputusan, maka perjalanan kehidupan bernegara akan menjadi transparan. Rakyat sebagai konstituen akan merasakan kehadiran diri mereka dalam pemerintahan dan dapat menjadi bagian dalam pengambilan keputusan tersebut. Inilah yang kemudian dalam teori Social Contract diibaratkan sebagai mutual understanding antara negara dan rakyat. Negara sebagai lembaga yang melaksanakan kontrak antara negara dan rakyat harus bisa melakukan amanahnya secara transparan dan menyertakan rakyat di dalamnya. Oleh karena itu, peranan rakyat sebagai penonton dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan menjadi sangatlah penting.
Elemen selanjutnya yang tak kalah pentingnya dalam sebuah pertandingan sepak bola adalah Wasit. Keberadaan wasit sangat penting dalam mengatur ritme permainan dan memberikan reward serta punishment yang proper kepada masing-masing tim. Seorang wasit harus bersikap adil dan berwibawa sehingga permainan dalam berjalan secara adil. Dalam kehidupan bernegara, peranan wasit diwakili oleh sebuah peradilan. Peradilan yang adil dan berwibawa akan memberikan kenyamanan bagi PNS, politisi, pembuat keputusan, pelaku bisnis, dan warga masyarakat. Kehadiran wasit yang bebas dari korupsi akan membuat pertandingan akan berjalan dengan mulus tanpa ada perasaan ketidakpuasan diantara para pihak yang berkepentingan.
Itu tadi sekilas analogi antara pertandingan sepakbola dengan kehidupan sebuah negara. Lalu apa hubungannya dengan beef rump steak?
Ceritanya, saya mau merayakan kemenangan Italy dengan memasak steak tersebut. Walau agak sedikit gosong karena harus ditinggal-tinggal di grill, tapi lumayan juga untuk obat pelipur lara. Italy bisa seri melawan US, tapi saya tetap merayakannya dengan memasak makanan hasil jerih payah selama 30 menit meng-grill steak nya dan satu setengah jam untuk me-marinate beef nya. Jadi, biarlah hasil pertandingan Italy VS US berjalan dengan mengecewakan.. tapi beef rump steak saya tetep enak dan cihuy.. Ini buktinya.. 