Kemiskinan Itu Dekat

Sebenarnya kalo kita mau membuka mata dan hati, kita akan terpojokkan dengan sebuah situasi bahwa kemiskinan itu dekat, bahkan sangat dekat.

Sejak kita membuka mata, kita akan melihat kehadiran pembantu di rumah kita. Melayani, mengopeni, dan melakukan apa saja yang kita perintahkan. Kenapa mereka mau? Karena mereka miskin dan mereka butuh uang untuk menghidupi diri mereka dan keluarga mereka. Bahkan, dibayar dengan gaji dibawah UMR pun akan mereka lakoni agar mereka bisa keluar dari kemiskinan mereka.

Kemudian saat kita berangkat ke kantor, kita kembali dihadapkan dengan fakta kemiskinan. Betapa banyak anak-anak dan para pengemis yang sudah stand by di sepanjang perempatan lampu merah. Para joki yang siap menemani pengendara yang akan melewati sudirman-thamrin. Atau, para pedagang kaki lima yang sedang siap2 menjajakan dagangannya.

Mereka miskin dengan kondisi dan kesempatan yang ada pada mereka. Mereka mau berusaha dan keluar dari kemiskinan mereka.

Lalu pertanyaannya, apakah yang bisa kita lakukan untuk orang-orang miskin seperti itu? Orang miskin yang mau berusaha.

Kalo saya jadi Presiden, saya mungkin akan lebih banyak menyamar dan naik bus atau kereta. Jadi, saya tau penderitaan orang miskin.

Itu kalo jadi presiden, tapi karena sekarang belum jadi Presiden, ya tetep naik mobil ke kantor.. hahaha

One Response to “Kemiskinan Itu Dekat”

  1. A- Never Full Says:

    Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh Nenny….

    Nenny for President…..:-)

Leave a Reply